Rukun Iman dan Islam
Rukun Iman ada 6, yaitu:
1.
Iman kepada Allah
2.
Iman kepada Malaikat
3.
Iman kepada Kitab Allah
4.
Iman kepada Rasul
5.
Iman kepada Hari Akhir
6.
Iman kepada Qadha dan Qadar
Rukun Islam ada 5, yaitu:
1.
Syahadat
2.
Sholat
3.
Zakat
4.
Puasa
5.
Haji
Rangkuman Fisika Kelas 8
Fisika kelas 8 semester 1
1. Gaya
Gaya adalah dorongan atau tarikan terhadap
suatu benda
Gaya sentuh terdiri dari gaya otot, gaya
gesek, gaya mekanik, gaya pegas
Gaya tak sentuh terdiri dari gaya listrik,
gaya magnet, gaya gravitasi
Resultan gaya adalah gaya yang menggantikan
beberapa gaya
Gaya gesek adalah gaya yang terjadi antara
dua permukaan yang bersentuhan
Berat adalah besarnya gaya gravitasi yang
bekerja pada suatu benda
Hukum Newton I : Setiap benda akan tetap
diam atau bergerk lurus beraturan jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda
itu
Hukum Newton II : Apabila ada gaya yang
bekerja pada suatu benda maka benda itu akan mengalami perubahan gerak
Hukum Newton III : Besarnya gaya aksi sama
dengan gaya rekasi dan arahnya berlawanan
Rumus F
= m.a
F
= m.g
w
= m.g
F =
gaya (N)
m = massa (kg)
a =
percepatan (m/s2)
w = berat (N)
g =
gravitasi (m/s2)
2. Tekanan
Tekanan adalah gaya persatuan luas bidang
Tekanan pada zat padat dipengaruhi oleh
gaya berat dan luas bidang
Tekanan pada zat cair(hidrostatik)
dipengaruhi oleh massa jenis dan kedalaman
Tekanan pada udara dipengaruhi oleh
ketinggian
Rumus P
= F / A
P
= ρ.g.h
P
= 76 – ( h (cm) / 104 )
P = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas (m2)
ρ =
massa jenis (kg/m3)
g =
gravitasi (m/s2)
h =
kedalaman / ketinggian (m)
Hukum Pascal : Tekanan yang diberikan
kepada zat cair di dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dan sama
besar
(F1. A2) = (F2.
A1)
Hukum Archimedes : Setiap benda yang dimasukkan kedalam zat cair
akan mendapat gaya tekan keatas sebesar volume zat cair yang dipindahkan
FA = ρ.g.V
FA = wu - wc
FA = gaya archimedes (N)
V =
volume (m3)
wu = berat di darat / udara (N)
wc = berat dalam zat cair (N)
3. Usaha
dan Energi
Usaha adalah hasil kali gaya dengan
perpindahan benda
Rumus W
= F.s
W
= m.g.h
W = usaha
(Joule)
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)
h = ketinggian (m)
Pesawat
sederhana
Jenis
pesawat sederhana antara lain : tuas, katrol, bidang miring
Rumus F.lk =
w.lb
F.s = w.h
M
= w/F = lk/lb = s/h
lk = lengan kuasa (m)
lb = lengan beban (m)
M
= keuntungan mekanis
Energi adalah kemampuan melakukan
usaha
Macam energi : energi potensial,
kinetik, angin, gelombang, kalor, bunyi, kimia, listrik, dll
Energi potensial adalah energi
yang dimiliki benda karena kedudukannya
Ep = m.g.h Ep = energi potensial (J)
Energi kinetik adalah energi yang
dimiliki benda karena bergerak
Ek = ½ m.v2 Ek = energi kinetik (J) v
= kecepatan (m/s)
Energi mekanik adalah jumlah dari
energi potensial dan kinetik
Em = Ep + Ek Em = energi mekanik (J)
Kimia kelas 8 semester 1
1. Atom,
Ion, Molekul
Atom adalah partikel terkecil dari suatu
zat yang terdiri dari proton (+) elektron (-), netron (tidak bermuatan), dan
nukleon (inti aom)
Ion adalah atom yang bermuatan listrik
yaitu ion positif (proton) dan ion negatif (elektron)
Molekul adalah bagian terkecil dari suatu
zat yang masih mempunyai sifat zat itu sendiri
molekul unsur contoh : O2,
H2
molekul senyawa contoh: H2O
, CO2
Rumus atom
ZNA
N = nama unsur
Z =
no atom = jumlah proton = jumlah elektron
A =
no massa = massa atom = nukleon
Neutron = A – Z
A = proton + elektron
2. Bahan
Kimia dan Zat Aditif dalam Makanan
Zat aditif adalah zat yang ditambahkan
kedalam bahan makanan untuk menghasilkan sifat tertentu baik warna, aroma,
rasa, maupun keawetan.
Zat aditif alami
Zat pewarna misalnya antisianin, karotenoid
Zat pemanis misalnya gula merah, gula pasir
Zat pengawet misalnya garam dapur, cengkih
Zat penyedap misalnya seledri, daging
Zat aditif buatan
Zat pewarna misalnya tartazine, sunset yellow
Zat pemanis misalnya siklamat, sakarin
Zat pengawet misalnya asam benzoat, asam sorbat
Zat penyedap misalnya monosodium glutamat
3. Zat
Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif adalah zat yang dapat
menimbulkan ketergantungan/ kecanduan
Contoh rokok, miras, psikotropika
Psikotropika terdiri dari depresan
(penenang), stimulan (perangsang), halusinogen
Fisika kelas 8 semester 2
1. Getaran
dan Gelombang
Getaran adalah gerakan bolak-balik secara
teratur melalui titik keseimbangan
Frekuensi adalah jumlah getaran perdetik
f = 1/T f
= n/t λ = v.T λ = v/f
f = frekuensi (hz)
n = banyak getaran
t = waktu (s)
T = perioda (s)
λ = panjang gelombang (m)
v = cepat rambat (m/s)
Gelombang adalah rambatan suatu getaran
Macam gelombang berdasarkan arah rambat :
gelombang transversal dan longitudinal
Macam gelombang berdasarkan medium : gelombang
mekanik dan elektromagnetik
Contoh gelombang elektromagnetik :
gelombang radio, mikro, sinar-x, sinar ɣ, dll
2. Bunyi
Bunyi adalah hasil suatu gataran
Syarat terjadi bunyi : ada sumber bunyi,
medium, dan alat penangkap bunyi
v = s.t d
= ½ .v.t
v = cepat
rambat bunyi (m/s)
s =
jarak (m)
t =
waktu (s)
d =
kedalaman laut (m)
Jenis frekuensi :
Infrasonic adalah frekuensi yang getarannya
kurang dari 20 hz
Audiosonic adalah frekuensi yang getarannya
antara 20 – 20.000 hz
Ultrasonic adalaha frekuensi yang
getarannya lebih dari 20.000 hz
Hukum Marsenne : frekuensi yang dihasilkan
adalah :
Berbanding terbalik dengan panjang senar f1/f2 = l2/l1
Berbanding terbalik dengan akar luas
penampang
Ber banding terbalik dengan akar massa
jenis senar
Sebanding dengan akar tegangan senar f1/f2
= √T1/√T2
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya
suatu benda karena ada getaran benda lain
R = (2n + 1). ¼ λ n → utk resonansi 1 n = 0, R2 n = 1, R3 n = 2,
dst
Asas Doppler berbunyi jika sumber bunyi
mendekat suara terdengar meninggi dan jika sumber menjauh suara terdengar
merendah.
3. Cahaya
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik
yang memiliki sifat pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), lenturan
(difraksi), dapat dijumlahkan (interfensi), diuraikan (dispersi), diserap arah
getarnya (dipolarisasi), mengalami hamburan, dan dapat merambat melalui ruang
hampa.
Kecepatan cahaya = 3 x 108 m/s kecepatan suara = 340 m/s
Dualisme cahaya adalah cahaya mempunyai dua
sifat yaitu gelombang dan materi
Macam-macam cermin : cermin datar, cekung (+), cembung (-)
Macam-macam lensa : lensa cembung (+), cekung (-)
Rumus cermin dan lensa
1/f
= 1/So + 1/Si
= 2/R M = Si /So
= hi /ho
f
= jarak fokus
So = jarak benda
Si =
jarak bayangan
h =
tinggi
M =
perbesaran
Indeks bias
n = c/cn sin i / sin r
= nr / ni
n =
indeks bias
c =
cepat rambat ruang hampa (3 x 108 m/s)
cn = cepat rambat dalam zat “n”
sin i = sudut datang
sin r = sudut bias
nr = indeks bias pada sinar bias
ni = indeks bias pada sinar datang
Kekuatan lensa (daya lensa) adalah
kemampuan lensa untuk mengumpulkan (konvergen) atau menyebarkan (divergen)
cahaya.
P = 1/f P
= daya lensa (dioptri) f = jarak
fokus (m)
4. Alat-Alat
Optik
Mata merupakan alat optik alami
Bagian-bagian mata :
Kornea berfungsi menerima dan meneruskan
cahaya
Iris berfungsi membedakan warna
Pupil berfungsi mengatur intensitas cahaya
Lensa mata berfungsi membentuk bayangan
Retina berfungsi menangkap bayangan
Gangguan mata : rabun dekat (hipermetropi),
rabun jauh (miopi), mata tua (presbiopi),
dan buta warna
Mikroskop adalah alat untuk melihat
benda-benda sangat kecil
Lup adalah kaca pembesar
Teropong adalah alat untuk melihat benda
yang jauh
Rumus perbesaran mikroskop
M = Mob . Mok Mob = Si ob /
So ob Mok
= Si ok / So ok
Mob = perbesaran lensa obyektif
Mok = perbesaran lensa okuler
Rumus perbesaran lup
Pada saat mata berakomodasi M = (25/f) + 1
Pada saat mata tidak berakomodasi M = 25/f
Rangkuman Fisika Kelas 7
Fisika kelas 7 semester 1
1. Besaran
dan Satuan
Besaran adalah sesuatu yang memiliki nilai
dan satuan
Satuan adalah standar yang digunakan untuk
menyatakan besaran
Besaran Pokok terdiri dari panjang (meter),
massa (kilogram), waktu (detik), kuat arus (amper), suhu (kelvin), intensitas
cahaya (candela), dan jumlah zat (mol)
Besaran turunan antara lain volume (m3),
kecepatan (m/s), gaya (newton), usaha (joule), dan lain-lain.
Mengukur adalah membandingkan nilai besaran
Contoh alat ukur : penggaris, roll meter,
neraca, stopwatch, termometer, dll
2. Suhu
Suhu adalah derajat panas suatu benda
Alat mengukur suhu disebut termometer
Termometrik adalah perubahan sifat karena
perubahan suhu seperti perubahan wujud, volume, kimia, warna, daya hantar listrik,
dsb
Perbandingan Suhu
Celcius 0
– 100 perbandingan 5
Fahrenheit 32
– 212 perbandingan 9
Reamur 0
– 80 perbandingan 4
Kelvin 273
– 373 perbandingan 5
3. Zat
dan Wujudnya
Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan
memiliki massa
Sifat zat padat : susunan partikel teratur,
jarak rapat, gaya tarik menarik antar partikel sangat kuat, dan gerak partikel
terbatas.
Sifat zat cair : susunan partikel kurang
teratur, jarak renggang, gaya tarik menarik tidak kuat, dan gerak partikel agak
bebas
Sifat zat gas : susunan partikel tidak
teratur, jarak sangat renggang, gaya tarik menarik sangat lemah, dan gerak
partikel sangat bebas
Perubahan wujud ada 6 yaitu :
mencair, membeku, menguap, mengembun,
menyublim, melenyap.
Kohesi adalah gaya tarik menarik antar
partikel sejenis contoh air raksa pada kaca
Adhesi adalah gaya tarik menarik antar
partikel tidak sejenis contoh cat pada tembok
Meniskus adalah kelengkungan permukaan zat
cair dalam tabung.
4. Massa
Jenis
Massa jenis adalah massa zat persatuan
volumenya
ρ
= m/v
ρ =
massa jenis (kg/m3)
m = massa (kg)
v =
volume (m3)
5. Pemuaian
Pemuaian adalah akibat dari suatu benda
dipanaskan atau didinginkan
Pemuaian ada 3 yaitu muai panjang, muai
luas, dan muai volume
Muai panjang adalah pertambahan panjang
suatu benda karena suhu naik
α = (lt – l0) : l0
(t – t0)
α = koefisien muai panjang (1/C)
l0 = panjang awal (m)
lt = panjang akhir (m)
t =
suhu akhir (C)
t0 = suhu awal (C)
6. Kalor
Kalor adalah salah satu bentuk energi yang
dapat berpindah karena adanya perubahan suhu
Energi kalor adalah energi yang diterima
atau dilepas suatu benda
Pengaruh kalor : perubahan suhu, perubahan
wujud, pemuaian.
Menerima kalor Q = m.c (t - t0)
Melepas kalor Q = m.c (t0 – t)
Kalor laten L
= Q/m
Q = energi kalor (kalori)
m = massa (gram)
c =
kalor jenis (kal gr/C)
L =
kalor laten = kalor lebur
Hukum Black mengatakan bahwa kalor yang
dilepas sama dengan kalor yang diterima
Cara perpindahan kalor ada 3 yaitu :
Konduksi yaitu perpindahan tanpa disertai
perpindahan partikel zat tersebut
Konveksi yaitu perpindahan yang disertai
perpindahan partikel zat tersebut
Radiasi yaitu perpindahan kalor secara
langsung.
Kimia kelas 7 semester 1
1. Unsur,
Senyawa, Campuran
Unsur adalah zat yang terdiri dari atom
sejenis dan tidak dapat dipisahkan lagi
Contoh : hidrogen (H2), oksigen
(O2), Besi (Fe), Tembaga (Cu)
Senyawa adalah zat yang terdiri dari
beberapa unsur
Contoh : air (H2O), asam sulfat (H2SO4)
Campuran adalah gabungan dari beberapa zat
yang berlainan
Campuran homogen seluruh bagiannya sama misalnya larutan gula
Campuran heterogen seluruh bagiannya tidak sama misalnya tanah
2. Asam,
Basa, Garam
Asam adalah suatu senyawa yang jika
dilarutkan dalam air akan melepaskan ion H+ dan sisa atom yang
negatif
Sifat asam : rasanya masam, menghasilkan
ion H+ , merubah kertas lakmus biru menjadi merah contoh : asam
sulfat (H2SO4) , asam karbonat (H2CO3)
Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan
dalam air akan menghasilkan logam bermuatan positif dan ion hidroksida negatif
(OH)-
Sifat basa : rasanya pahit, teksturnya
licin, menghasilkan ion (OH)- , dan merubah kertas lakmus merah
menjadi biru. Contoh : kalsium
hidroksida Ca(OH)2
3. Garam
adalah reaksi antara asam dan basa
asam
+ basa → garam + air
contoh : HCl, NaCl, NaHSO4
HCl + NaOH → NaCl + H2O
H2SO4 + Na2O
→ Na2SO4 + H2O
Fisika kelas 7 semester 2
1. Gerak
Gerak adalah perubahan kedudukan benda
terhadap acuan tertentu
Macam gerak : gerak lurus, gerak
melengkung, gerak melingkar
Laju adalah jarak yang ditempuh persatuan
waktu
Kecepatan adalah perpindahan yang dilakukan
persatuan waktu
Percepatan adalah perubahan kecepatan
persatuan waktu
Rumus S
= v . t a = (vt – vo)
/ t
S = jarak (m)
v =
kecepatan (m/s)
t =
waktu (s)
a =
percepatan (m/s2)
Gerak relatif adalah gerak yang
diperbandingkan terhadap acuan tertentu
Gerak semu adalah gerak yang bukan
sebenarnya
Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah gerak
yang lintasannya lurus dan kecepatannya tetap
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah
gerak yang lintasannya lurus dan kecepatan benda berubah secara teratur
GLBB dipercepat vt = vo + a.t St = vo +
t + ½ a.t2
GLBB diperlambat vt = vo - a.t
2. Tata
Surya dan Bumi
Tata surya adalah kumpulan benda langit
yang menjadikan matahari sebagai pusat orbitnya terdiri atas bintang, planet,
satelit, asteroid, meteor, dan debu-debu angkasa
Planet dalam tata surya : merkurius, venus,
bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, neptunus.
Unsur matahari : hidrogen (76,4 %), helium
(21,6 %), lainnya (1,8 %)
Lapsan penyusun matahari : inti matahari,
fotosfer, kromosfer, korona
Akibat rotasi bumi : peristiwa siang malam,
perbedaan waktu, pembelokan arah angin, peredaran semu harian benda-benda
langit
Akibat revolusi bumi : pergantian musim,
perhitungan tahun masehi, perubahan panjang siang dan malam, perubahan semu
tahunan matahari.
Gerhana bulan terjadi apabila matahari,
bumi, dan bulan terletak pada satu bidang dan bulan masuk ke dalam bayangan
gelap bumi.
Gerhana matahari terjadi apabila matahari,
bulan, dan bumi terletak pada satu bidang dan bumi terkena bayangan gelap bulan
Pasang surut air laut terjadi akibat gaya
tarik matahari dan bulan terhadap bumi
Kimia kelas 7 semester 2
1. Pemisahan
Campuran
Cara pemisahan campuran :
Destilasi (menaikkan suhu)
Kristalisasi (pengkristalan)
Kromatografi ( pencahayaan)
Memberi zat tertentu
2. Perubahan
Fisika da Kimia
Perubahan fisika adalah perubahan yang
tidak menyebabkan terjadinya jenis zat baru
Contoh : es mencair, besi memuai
Perubahan kimia adalah perubahan yang
menyebabkan terjadinya jenis zat baru
Contoh : kertas dibakar, besi berkarat
Rangkuman Matematika Kelas 7
Matematika kelas 7
semester 1 – BIMBEL GIGA
1. Bilangan
Bulat
Operasi utama bilangan bulat ada 4 yaitu
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Aturan perpangkatan
Xa. Xb = Xa+b
Xa :Xb = Xa-b
(Xa)b = Xa.b
(X . Y)2 = X2.Y2
X-a = 1/Xa
√ X.Y = √X . √Y
2. Pecahan
Pecahan terdiri dari pecahan biasa,
campuran, desimal, persen dan permil
Contoh : ½
, 1 ¾ 0,6 50%
Bentuk baku
85,9 menjadi
8,59 x 10
1250 menjadi
1,25 x 103
3. Aljabar
Contoh
5x + 3y = 8
5 dan 3 disebut
koefisien
x dan y disebut
variabel
8 disebut konstanta
4. Aritmetika
Sosial
Laba = Penjualan – Pembelian
Rugi = Pembelian – Penjualan
Harga Bersih (netto) = Harga kotor (bruto)
– Potongan (diskon)
Berat Bersih (netto) = Berat kotor (bruto)
– Potongan (tara)
Prosentasi Laba = (Laba : Pembelian) x 100%
5. Persamaan
Linear Satu Variabel
ax + b = c a
≠ 0
Contoh 1 Contoh
2
x + 2 = 5 2x
– 4 = 6
x = 5 – 2 2x
= 6 + 4
x = 3 2x
= 10
x = 5
6. Pertidaksamaan
Linear Satu Variabel
ax +b < c atau
ax + b > c
contoh 1 contoh
2
2x +1 > 7 3x +5 < 4x +10
2x > 7 – 1 3x – 4x < 10 – 5
2x > 6 -x
< 5
x > 3 x
> -5
7. Perbandingan
Perbandingan Senilai
Jika
a → c dan b → d
maka a x d = b x c
Perbandingan berbalik nilai
Jika
a → c dan b → d
maka a x c = b x d
Matematika kelas 7
semester 2 - BIMBEL GIGA
1. Himpunan
Macam-macam himpunan
Himpunan Terhingga A
= {1,2,3,4,5}
Himpunan Tak Terhingga P = {0,1,2,3,...}
Himpunan kosong Q = { }
Himpunan Semesta S = {1,2,3,4,5,6,7,8,9}
Hubungan antar himpunan
Himpunan Lepas A = {1,2,3} B
= {4,5,6}
maka A // B
Himpunan Berpotongan P = {a,b,c} Q =
{c,d,e}
maka P Q
Himpunan Bagian M = {1,2,3,4} N
= {2,3}
maka N M
Himpunan Ekuivalen X = {4,5,6,7} Y
= {0,1,2,3}
maka X Y
Operasi himpunan
Irisan apabila
ada anggota yang sama
Gabungan gabungan
dua atau lebih himpunan
Komplemen bukan
anggota suatu himpunan
Selisih anggota
yang bukan anggota himpunan lain
2. Garis
dan Sudut
Jenis garis : garis lurus, sejajar, berpotongan
Jenis sudut : sudut sehadap, bertolak belakang, bersebrangan
Sudut sepihak berjumlah 180o
Sudut komplemen (berpenyiku) berjumlah 90o
Sudut suplemen (berpelurus) berjumlah 180o
Jumlah sudut segi-n = (n-2) x 180o
3. Segitiga
Rumus Luas segitiga L
= ½ . a. T
Rumus Keliling segitiga K = a + b + c
Teori Phytagoras (berlaku pada segitiga
siku-siku)
a2 + b2
= c2
4.
Segiempat
Rumus luas dan
keliling berbagai bangun segiempat
Persegi L = s2 K = 4s
Persegi panjang L = p.l K = 2 (p + l)
Jajargenjang L = a.t K = 2 (a + b)
Trapesium L = ½ (a + b). t K = a + b + c + d
Belahketupat L = ½ d1 . d2 K = 4s
Layang-layang L = ½ d1 . d2 K = 2 (a + b)
Rangkuman Matematika Kelas 8
Matematika kelas 8 semester 1
- BIMBEL GIGA
1.
Faktorisasi Aljabar
a2 +ab
= a (a +b)
a2 +ab
+ ac = a (a + b + c)
x2 + (a
+ b)x +ab = (x +a) (x + b)
x2 – a2
= (x + a) (x – a)
2.
Relasi dan fungsi
Relasi dapat
dinyatakan dengan diagram panah, diagram cartesius, dan himpunan pasangan
berurutan.
Fungsi disebut
juga pemetaan
Notasinya f : x → mx + c
Rumusnya f (x)
= mx + c
Domain = daerah
asal
Kodomain = daerah
kawan
Range = daerah
hasil
3.
Gradien dan Persamaan Garis
Jika y = mx + c maka gradien = m
Jika ax + by + c = 0 maka gradien m = -a / b
Jika diketahui (x1, y1) dan
(x2, y2) maka gradien
m = (y2 – y1) : (x2 – x1)
Jika garis sejajar maka gradien m1 = m2
Jika garis tegak lurus maka gradien m1 = -1/m2
Menentukan
persamaan garis lurus, jika :
Melalui dua titik (y – y1) (x2
– x1) = (x – x1) (y2 – y1)
Melalui titik dan
gradien y = m (x – x1)
+ y1
4.
Persamaan Linear Dua Variabel
Cara
penyelesaian PLDV
Cara eliminasi
(menghilangkan)
Cara substitusi
(mengganti)
Cara grafik
Menggunakan rumus
Jika ax + by = p
dan cx + dy = q
Maka x = (dp – bq) : (ad – bc)
y = (aq – cp) : (ad – bc)
Matematika kelas 8 semester 2
- BIMBEL GIGA
1.
Garis pada segitiga
Luas = ½ .
a. t Keliling = a
+ b + c
Luas = √
s(s-a)(s-b)(s-c) s = ½ K
Jika
AB diproyeksikan pada BC maka D proyeksi
A dan B proyeksi B.
Sehingga BD
merupakan proyeksi AB pada BC
AB2
= BD. BC AD2
= BD. DC AC2 = DC.
BC
AD
= AB sin α AD = AC sin
β
2.
Lingkaran
Luas = π r2
Keliling = 2 π
r atau
π d
π = 22/7 atau 3,14
Perbandingan
panjang busur, sudut, dan luas juring
(panjang AB : K. Ling) = (sudut AOB : 360) = (L
juring AOB : L ling)
Luas juring = luas
segitiga + luas tembereng
Sudut pusat = dua
kali sudut keliling
Segiempat tali
busur AC
. BD = (AB. CD) + (AD . BC)
AO
. OC = (BO . OD)
Lingkaran dalam
segitiga rd = (Luas segitiga) : (1/2 keliling)
Lingkaran luar
segitiga rl = (a.b.c) : (4 L segitiga)
Garis singgung
persekutuan dalam d = √ p2
– (r1 + r2)2
Garis singgung
persekutuan luar l = √ p2 – (r1 - r2)2
3.
Bangun Ruang
Rumus Volume dan
Luas berbagai bangun ruang
Kubus V = a3 Diagonal bidang
= a√2
L per = 6a2 Diagonal
ruang = a√3
Balok V = p.l.t Diagonal
bidang = √p2 + l2
L per = 2 (pl +pt + lt) Diagonal ruang =√p2
+ l2 +t2
Prisma V = La . t Diagonal
bidang = ½ (n2 – 3n)
L per = 2 La + K.t Diagonal ruang = n2 – 3n
L sel = K.t
Limas Segi-n V = 1/3 La . t
L sel = n . L segitiga
L per = La + (n. L segitiga)
Kerucut V = 1/3 π r2 t
L sel = π r s s
= √r2 + t2
L per = π r
(r + s)
Tabung V = π r2 t L sel = 2 π r t
L per = π r
(r + t)
Bola V = 4/3 π r3 L per = 4 π r2
Langganan:
Postingan (Atom)

