Daftar Halaman

CP Matematika

Capaian Pembelajaran Matematika Fase A

Bilangan

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100. Peserta didik dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. Peserta didik menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Aljabar

Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar.

Peserta didik dapat mengenali, meniru, dan melanjutkan pola bukan bilangan (misalnya, gambar, warna, bunyi/suara).

Pengukuran

Peserta didik dapat membandingkan panjang dan berat benda secara langsung, dan membandingkan durasi waktu. Mereka dapat mengukur dan mengestimasi panjang benda menggunakan satuan tidak baku.

Geometri

Peserta didik dapat mengenal berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, segibanyak, lingkaran) dan bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola). Mereka dapat melakukan komposisi (penyusunan) dan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak). Mereka juga dapat menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan belakang, bawah, atas).

Analisis Data dan Peluang

Peserta didik dapat mengurutkan, menyortir, mengelompokkan, membandingkan, dan menyajikan data dari banyak benda dengan menggunakan turus dan piktogram paling banyak 4 kategori.


Capaian Pembelajaran Matematika Fase B

Bilangan

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan antar-pecahan dengan pembilang satu dan antar-pecahan dengan penyebut yang sama. Mereka dapat mengenali pecahan senilai menggunakan gambar dan simbol matematika.

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan desimal. Mereka dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan, serta menghubungkan pecahan desimal perseratusan dengan konsep persen.

Aljabar

Peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.

Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar atau objek sederhana dan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.

Pengukuran

Peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah.

Geometri

Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi banyak). Mereka dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.

Analisis Data dan Peluang

Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).


Capaian Pembelajaran Matematika Fase C

Bilangan

Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB.

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat mengubah pecahan menjadi desimal, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).

Aljabar

Peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pada bilangan cacah sampai 1000.

Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan perkalian dan pembagian. Mereka dapat bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan. Mereka dapat menggunakan operasi perkalian dan pembagian dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang terkait dengan proporsi.

Pengukuran

Peserta didik dapat menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak) serta gabungannya. Mereka dapat menghitung durasi waktu dan mengukur besar sudut.

Geometri

Peserta didik dapat mengonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping). Mereka dapat membandingkan karakteristik antarbangun datar dan antarbangun ruang. Mereka dapat menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak.

Analisis Data dan Peluang

Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi. Mereka dapat menentukan kejadian dengan kemungkinan yang lebih besar dalam suatu percobaan acak.




CP Pend. Pancasila

Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila Fase A

Pancasila

Peserta didik mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga; mengenal para perumus Pancasila.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Peserta didik mengenal aturan di lingkungan keluarga; menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga; dan menunjukkan perilaku mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peserta didik mengenal karakteristik lingkungan tempat tinggal dan sekolah, sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; mempraktikkan sikap dan perilaku menjaga lingkungan tempat tinggal dan sekolah; menceritakan bentuk kerja sama dalam keberagaman di lingkungan tempat tinggal dan sekolah.


Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila Fase B

Pancasila

Peserta didik menunjukkan makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Peserta didik mengidentifikasi dan melaksanakan aturan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal; mengidentifikasi dan melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah.

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik membedakan dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peserta didik mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; menunjukkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan di lingkungan tempat tinggal dan sekolah.


Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila Fase C

Pancasila

Peserta didik memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Peserta didik menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara; mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari; melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peserta didik mengenal wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota, provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara.



CP Bhs Indonesia

Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase A

Menyimak

Peserta didik mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan.

Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang menunjukkan minat terhadap teks yang dibaca atau dipirsa. Peserta didik mampu membaca kata-kata yang dikenali sehari-hari dengan fasih. Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi.

Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu berbicara dengan santun tentang beragam topik yang dikenali menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan. Peserta didik mampu mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu isi informasi yang dibaca atau didengar; dan menceritakan kembali teks narasi yang dibacakan atau dibaca dengan topik diri, keluarga, dan/atau lingkungan.

Menulis

Peserta didik mampu menunjukkan keterampilan menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital. Peserta didik mampu mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik. Peserta didik mampu menulis berbagai teks tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan dengan beberapa kalimat sederhana.


Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase B

Menyimak

Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenali dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif dan teks narasi.

Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mampu terlibat secara aktif dalam suatu percakapan dan diskusi sesuai tata cara. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar.

Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menggunakan kaidah sederhana kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks. Peserta didik terampil menulis kalimat dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.


Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase C

Menyimak

Peserta didik mampu menganalisis informasi dengan mengidentifikasikan ciri objek, urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai tipe teks nonfiksi dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan audio.

Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dalam kata dengan fasih dan indah. Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu menganalisis informasi dari berbagai tipe teks serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dari teks visual dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu membaca hasil pengamatan.

Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif.  Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.


Rukun Iman dan Islam

 


Rukun Iman ada 6, yaitu:

1.       Iman kepada Allah

2.       Iman kepada Malaikat

3.       Iman kepada Kitab Allah

4.       Iman kepada Rasul

5.       Iman kepada Hari Akhir

6.       Iman kepada Qadha dan Qadar

 

Rukun Islam ada 5, yaitu:

1.       Syahadat

2.       Sholat

3.       Zakat

4.       Puasa

5.       Haji

Tabel Perkalian

 Tabel Perkalian Dasar



Rangkuman Fisika Kelas 8

Fisika kelas 8 semester 1

1.    Gaya
Gaya adalah dorongan atau tarikan terhadap suatu benda
Gaya sentuh terdiri dari gaya otot, gaya gesek, gaya mekanik, gaya pegas
Gaya tak sentuh terdiri dari gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi
Resultan gaya adalah gaya yang menggantikan beberapa gaya
Gaya gesek adalah gaya yang terjadi antara dua permukaan yang bersentuhan
Berat adalah besarnya gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda
Hukum Newton I : Setiap benda akan tetap diam atau bergerk lurus beraturan jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda itu
Hukum Newton II : Apabila ada gaya yang bekerja pada suatu benda maka benda itu akan mengalami perubahan gerak
Hukum Newton III : Besarnya gaya aksi sama dengan gaya rekasi dan arahnya berlawanan

Rumus             F = m.a
                        F = m.g
                        w = m.g

F  = gaya (N)
m = massa (kg)
a  = percepatan (m/s2)
w = berat (N)
g  = gravitasi (m/s2)


2.    Tekanan
Tekanan adalah gaya persatuan luas bidang
Tekanan pada zat padat dipengaruhi oleh gaya berat dan luas bidang
Tekanan pada zat cair(hidrostatik) dipengaruhi oleh massa jenis dan kedalaman
Tekanan pada udara dipengaruhi oleh ketinggian

Rumus             P = F / A
                        P = ρ.g.h
                        P = 76 – ( h (cm) / 104 )
P = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas (m2)
ρ  = massa jenis (kg/m3)
g  = gravitasi (m/s2)
h  = kedalaman / ketinggian (m)

Hukum Pascal : Tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dan sama besar

(F1. A2) = (F2. A1)

Hukum Archimedes :  Setiap benda yang dimasukkan kedalam zat cair akan mendapat gaya tekan keatas sebesar volume zat cair yang dipindahkan

FA = ρ.g.V
FA = wu - wc

FA = gaya archimedes (N)
V  = volume (m3)
wu = berat di darat / udara (N)
wc = berat dalam zat cair (N)


3.    Usaha dan Energi
Usaha adalah hasil kali gaya dengan perpindahan benda

Rumus            W = F.s                      
                        W = m.g.h
            W = usaha (Joule)
            F  = gaya (N)
            s  = perpindahan (m)
            h  = ketinggian (m)
           
            Pesawat sederhana
            Jenis pesawat sederhana antara lain : tuas, katrol, bidang miring
                       
Rumus                       F.lk = w.lb
                        F.s  = w.h
                        M = w/F  = lk/lb  = s/h

lk  = lengan kuasa (m)
lb  = lengan beban (m)
M  = keuntungan mekanis

Energi adalah kemampuan melakukan usaha
Macam energi : energi potensial, kinetik, angin, gelombang, kalor, bunyi, kimia, listrik, dll

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukannya
Ep = m.g.h                  Ep = energi potensial (J)
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena bergerak
Ek  = ½ m.v2              Ek = energi kinetik (J)                        v = kecepatan (m/s)
Energi mekanik adalah jumlah dari energi potensial dan kinetik
Em = Ep + Ek             Em = energi mekanik (J)




Kimia kelas 8 semester 1

1.    Atom, Ion, Molekul
Atom adalah partikel terkecil dari suatu zat yang terdiri dari proton (+) elektron (-), netron (tidak bermuatan), dan nukleon (inti aom)
Ion adalah atom yang bermuatan listrik yaitu ion positif (proton) dan ion negatif (elektron)
Molekul adalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih mempunyai sifat zat itu sendiri
   molekul unsur  contoh : O2, H2
   molekul senyawa contoh:  H2O , CO2
Rumus atom

ZNA     

N = nama unsur
Z  = no atom = jumlah proton = jumlah elektron
A =  no massa = massa atom = nukleon

Neutron = A – Z
A = proton + elektron

  
2.    Bahan Kimia dan Zat Aditif dalam Makanan
Zat aditif adalah zat yang ditambahkan kedalam bahan makanan untuk menghasilkan sifat tertentu baik warna, aroma, rasa, maupun keawetan.
Zat aditif alami
   Zat pewarna  misalnya  antisianin, karotenoid
   Zat pemanis  misalnya  gula merah, gula pasir
   Zat pengawet  misalnya  garam dapur, cengkih
   Zat penyedap  misalnya  seledri, daging
Zat aditif buatan
   Zat pewarna  misalnya  tartazine, sunset yellow
   Zat pemanis  misalnya  siklamat, sakarin
   Zat pengawet  misalnya  asam benzoat, asam sorbat
   Zat penyedap  misalnya  monosodium glutamat

3.    Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif adalah zat yang dapat menimbulkan ketergantungan/ kecanduan
Contoh rokok, miras, psikotropika
Psikotropika terdiri dari depresan (penenang), stimulan (perangsang), halusinogen



Fisika kelas 8 semester 2

1.    Getaran dan Gelombang
Getaran adalah gerakan bolak-balik secara teratur melalui titik keseimbangan
Frekuensi adalah jumlah getaran perdetik

f = 1/T             f = n/t               λ = v.T             λ = v/f

f = frekuensi (hz)
n = banyak getaran
t = waktu (s)
T = perioda (s)
λ = panjang gelombang (m)
v = cepat rambat (m/s)

Gelombang adalah rambatan suatu getaran
Macam gelombang berdasarkan arah rambat : gelombang transversal dan longitudinal
Macam gelombang berdasarkan medium : gelombang mekanik dan elektromagnetik
Contoh gelombang elektromagnetik : gelombang radio, mikro, sinar-x, sinar ɣ, dll


2.    Bunyi 
Bunyi adalah hasil suatu gataran
Syarat terjadi bunyi : ada sumber bunyi, medium, dan alat penangkap bunyi

v = s.t              d = ½ .v.t

v  = cepat rambat bunyi (m/s)
s  = jarak (m)
t  = waktu (s)
d  = kedalaman laut (m)

Jenis frekuensi :
Infrasonic adalah frekuensi yang getarannya kurang dari 20 hz
Audiosonic adalah frekuensi yang getarannya antara 20 – 20.000 hz
Ultrasonic adalaha frekuensi yang getarannya lebih dari 20.000 hz

Hukum Marsenne : frekuensi yang dihasilkan adalah :
Berbanding terbalik dengan panjang senar                f1/f2 = l2/l1
Berbanding terbalik dengan akar luas penampang
Ber banding terbalik dengan akar massa jenis senar
Sebanding dengan akar tegangan senar                    f1/f2 = √T1/√T2

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada getaran benda lain
R = (2n + 1). ¼ λ                    n → utk resonansi 1 n = 0, R2 n = 1, R3 n = 2, dst

Asas Doppler berbunyi jika sumber bunyi mendekat suara terdengar meninggi dan jika sumber menjauh suara terdengar merendah.


3.    Cahaya
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang memiliki sifat pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), lenturan (difraksi), dapat dijumlahkan (interfensi), diuraikan (dispersi), diserap arah getarnya (dipolarisasi), mengalami hamburan, dan dapat merambat melalui ruang hampa.
Kecepatan cahaya = 3 x 108 m/s       kecepatan suara = 340 m/s
Dualisme cahaya adalah cahaya mempunyai dua sifat yaitu gelombang dan materi
Macam-macam cermin :   cermin datar, cekung (+),  cembung (-)
Macam-macam lensa :   lensa cembung (+),  cekung (-)

Rumus cermin dan lensa
1/f  = 1/So + 1/Si  = 2/R          M = Si /So = hi /ho

f    =  jarak fokus
So =  jarak benda
Si  =  jarak bayangan
h   = tinggi
M  = perbesaran

Indeks bias
n = c/cn                       sin i / sin r  = nr / ni

n  = indeks bias
c  = cepat rambat ruang hampa (3 x 108 m/s)
cn = cepat rambat dalam zat “n”
sin i = sudut datang
sin r = sudut bias
nr  = indeks bias pada sinar bias
ni  = indeks bias pada sinar datang

Kekuatan lensa (daya lensa) adalah kemampuan lensa untuk mengumpulkan (konvergen) atau menyebarkan (divergen) cahaya.
P = 1/f             P = daya lensa (dioptri)           f = jarak fokus (m)


4.    Alat-Alat Optik
Mata merupakan alat optik alami
Bagian-bagian mata :
Kornea berfungsi menerima dan meneruskan cahaya
Iris berfungsi membedakan warna
Pupil berfungsi mengatur intensitas cahaya
Lensa mata berfungsi membentuk bayangan
Retina berfungsi menangkap bayangan
Gangguan mata : rabun dekat (hipermetropi), rabun jauh (miopi), mata tua (presbiopi),   dan buta warna
Mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda sangat kecil
Lup adalah kaca pembesar
Teropong adalah alat untuk melihat benda yang jauh

Rumus perbesaran mikroskop
M = Mob . Mok             Mob = Si ob / So ob           Mok = Si ok / So ok

Mob = perbesaran lensa obyektif
Mok = perbesaran lensa okuler

Rumus perbesaran lup
Pada saat mata berakomodasi                       M = (25/f) + 1
Pada saat mata tidak berakomodasi              M =  25/f